Gimana tidak. Kami berciuman hebat. Bokep indo viral tak ada tanda-tanda kangker kok”“Dok ..” Katanya serak sambil menarik tanganku, mata terpejam dan mulut setengah terbuka. Nanti saya kasih obat” walaupun dada dan perutnya sudah tertutup, bentuk badan yang tertutup kaos ketat itu tetap sedap dipandang.“Karena apa Dok disentri itu ?” Sepasang pahanya masih terbuka. Udah ngebet benar dia rupanya. Aku tak berbuat apapun. tapi ya itu . Melepas.“Dok .. Wow ! Dipadu dengan rok mini warna coklat tua, yang membuat sepasang kakinya mulusnya makin “bersinar”.Dari kartu pasien tertera Syeni namanya, 28 tahun umurnya.“Kenapa Bu .” sapaku.“Ini Dok . Sudah masuk tahun ketiga aku buka praktek di sini semuanya berjalan biasa-biasa saja seperti layaknya praktek dokter umum lainnya. tunggu mereka pulang” Akhirnya aku larut juga .“Saya udah engga tahan .”“Sebentar lagi kok. Kalo nelen udah engga sakit lagi”“Perutnya ?”“Udah enak”“Syukurlah … Trus, apa lagi yang sakit ?”“Itu Dok .. Mendadak aku merasa bersalah.“Curiga ya dia”“Ah .engga .” katanya sambil menghambur ke tubuhku.“Syeni bilang, masih belum dapat giliran, nunggu 2 orang lagi” lanjutnya.“Suamimu tahu kamu ke sini”“Iya dong, memang Syeni mau ke dokter” Tiba2 dia memelukku erat2.“Terima kasih ya Mas … nikmat sekali



















