Ayu membayar cukup mahal untuk tugas tersebut dan Faried menerima itu sebagai bagian tak terpisahkan dari harkat ‘ke-supir taksi-an’ nya. Bokep viral Jari-jari kasarnya memilin dan memencet-mencet lembut klitoris dan labia mayora wanita itu.“Oohhhhhh….Bang, enak Bang…terushhh…saya milikmu malam ini!” desah AyuFaried sedang menciumi leher Ayu, tangannya meremas lembut payudara montok itu. Terlebih, ketika muncul rasa cemburu, saat Ayu terlihat digandeng oom-oom kaya yang lebih pantas menjadi ayahnya. Ayu tak menjelaskan lebih jauh pernyataan yang telah dikeluarkan. Maafkan saya…selamat tinggal!” Ayu mengucapkannya dengan bibir bergetar, pelupuk matanya basah, namun ia menyekanya cepat-cepat, lalu membuka handle pintu tergesa-gesa dan pergi. Sekujur tubuhnya terasa hangat, begitu juga dengan tubuh Ayu. Faried menjilat dengan lembut dan sesekali lidahnya menggeser-geser tonjolan kecil yang ada di belahan gerbang kewanitaan Ayu. Maka ia mematuhi ‘rambu-rambu’ itu secara konsisten. Ia tampaknya memikirkan sesuatu. Melalui kaca spion mobil, ia melirik Ayu. Ayu mendongakkan kepalanya dan mendesis-desis kenikmatan sambil menggoyang-goyangkan pantatnya.“Oooh Bang… kok jilatannya enak bangethhh!” kata Ayu di antara erangannya.Ayu mengurut dan mengocok penis itu makin cepat sambil mulutnya menghisap ujungnya.



















