Dan kubuka celana pantai. Bokep indo viral Alamak.., jauhnya. Untung ada tissue yang tercecer, sehinggaada alasan buat Wien.Ia mengambil tissue itu, sambil mendengar kabargembira dari wanita yang menunggu telepon. Apakah suarakumengganggu ketenangan mereka?Pelanpelan suaranya kan bisa Dek, sang supirmenggerutu sambil memberikan kembalian.Aku membalik arah lalu berjalan cepat, penuh semangat.Satu dua, satu dua. Ah segar. katanya melenguh.Kujilati payudaranya, ia melenguh. Haruskahkujawab sapaan itu? Aku tersetrum. Sekarang sudahlebih lancar. Dadaku mulai berdeguplagi. Ayo. Laluasyik membuka tabloid. Ia menyentuhnya. ujarku sekenanya.Aku dibimbing ke sebuah ruangan. Keras sekali.Jangan cuma ditunjuk dong, dipegang boleh.Ia berdiri. Akumeringis merasai sentuhan kulit jarinya. Wanita setengah baya itu merenggangkanbibirnya, ia terengahengah, ia menikmati dengan mataterpejam.Mbak Wien telepon.., suara wanita muda dari ruangsebelah menyalak, seperti bel dalam pertarungan tinju.Mbak Wien merapihkan pakaiannya lalu pergi menjawabtelepon.Ngapaian sih di situ..? Mungkin sapu tangan ini sajasuatu kealpaan. Akumeringis merasai sentuhan kulit jarinya. Atau maugunting? Kuusapsisa cream. Ah sialan. Benarkankesempatan itu lewat. Ia hanyamenampakkan diri separuh badan.Mbak Wien.., aku mau makan dulu.




















