Sehingga aku bisa melihat lekukan tubuh dan juga tali bh-nya. Tampak mbak Dewi asyik menonton tv. Bokep viral indo Aku lalu menurunkan terus hingga ke bawah. Aku tak tahu apakah itu cinta tapi, kian hari dadaku makin sesak. Mbak Dewi tampak mencoba untuk menghindari pandanganku. Aku memang menyembunyikannya. Lumayanlah, perjalanan dengan menggunakan kereta cukup melelahkan. Lama kami terdiam.“Kamu banyak diam ya”, katanya.“Eh..oh, iya”, kataku kaget.“Mau ngobrolin sesuatu?”, tanyanya.“Ah, enggak, pingin nemeni mbak Dewi aja”, jawabku.“Ah kamu, ada-ada aja”“Serius mbak”“Makasih”“Restorannya gimana mbak? Aku berbaring, dan ia ada di atasku. Di sini aku numpang di rumah bibiku. Sebab aku tidak pernah jatuh cinta sebelumnya. Anak-anaknya sarapan. Aku pun masuk kamarku dan tertidur. Aku tak tahu apakah itu cinta tapi, kian hari dadaku makin sesak. Untuk masalah pelajaran aku terbilang normal, tidak terlalu pintar, tapi teman-teman memanggilku kutu buku, padahal masih banyak yang lebih pintar dari aku, mungkin karena aku mahir dalam bidang olahraga dan dalam pelajaran aku tidak terlalu bodoh saja akhirnya aku dikatakan demikian.Ketika kelulusan, aku pun masuk kuliah di salah satu perguruan tinggi di Malang.




















