“Aduh, kayaknya captain ke rokum mertokatnya tuh..”
“Berarti ?”
“Yah, kalian pesen aja dari kamar, kan kita baru hari pertama di sini…”
“Iya Mas mana cape lagi”, katanya. Bokep viral Wajahnya memang manis, Noni masih kalah karena yang ini lebih dewasa face-nya. “Heh bukan gitu nanyanya”, kataku. Dan setelah menyelesaikan dua landing terakhir hari ini, sampai juga kita di Tarakan. “Di rumah, aku gak pernah cerita sama dia”
“Kamu lima tahun lebih muda menurut mataku..”
Ana menggelayut manja, tak tampak lagi kepiluan di matanya, mungkin dia sudah tidak peduli, baginya aku adalah pacarnya yang masih hidup. Dia memberi kode pada teman satunya untuk sedikit ‘menyingkir’ dari kami.Sampai di mejanya, dengan senyum yang tak pernah kubuat-buat kami akhirnya saling berkenalan. Clitorisnya semerah daging babi yang baru direbus, vaginanya banjir bandang, baunya wangi seperti arak cina bercampur wijen.“Akh.., ahhhkk.., iikhh.., Nov.., Nov.., ahhh..”, erangan Ana diikuti gerakan mengejan eksotis di pinggulnya. Di balik kertas itu dia meninggalkan nomor telepon rumahnya.Dan lima hari tugas di Tarakan hampir setiap malam hal yang sama terjadi, namun kami melakukannya di lain hotel di kamar nomor 13. “Heh bukan gitu nanyanya”, kataku. “Hmm.., eeehh..”, nafasnya mulai memburu.




















