Kubuka kaca jendela. Bokep viral Tinggi 168 cm, berat proporsional dan sebuah fitnes center dengan rajinnya memahat tubuhnya beberapa kali dalam seminggu.Setelah sampai di dekatku, aku memutar kursiku hingga menghadap ke samping. Panas, itu yang kurasakan. HRC hampir tutup. “Aku sekarang ada di Lobby bawah, gimana kalau kita makan siang?”
“Sorry Fell, kemaren ada trouble di server di Singapore,” Aku menghela napas, “Ok 10 menit lagi aku ada di Lobby bawah.”Senang? “Den ditunggu non Felly, katanya aden disuruh masuk.”
“Iya Bik.”Aku merapihkan pakaianku, berjalan mengikuti bibik tua itu ke dalam. Entah aku yang terlalu cerdik atau dia yang terlalu tolol. Bisa berkepanjangan kalau aku bicara dengannya. Benar-benar butuh refresment hari itu. Yang aku tidak habis pikir, besok bila Felly menelponku, aku akan memberinya sejuta alasan masuk akal tentang kemangkiranku dan dia akan memaafkan. Segera kutinggalkan teman-temanku dan menuju rumahnya.Jam 23.00. Dia selalu cemberut kalau aku keluar bersama cewek. Ada apa sebenarnya dengan dirinya? Seorang wanita tua berusaha berbicara denganku. Entah mengapa aku tidak dapat lepas darinya.Kalau aku tidak bertemu dengannya, tidak ada sama sekali rasa kehilangan atau kangen atau apalah namanya.




















