Si Kumis yang daritadi hanya menonton pun mulai tergoda untuk ikut menyiksa Dian. Kemudian ia mulai meremas-remas belahan pantat Dian yang sebelah kiri, sementara si Kumis meremas pantat Dian yang sebelah kanan.“Jangan sentuh pantat gue!” teriak Dian, yang kemudian dibalas dengan tamparan di pipinya oleh si Botak. Bokep viral indo Dian menjerit minta tolong kepada saya, namun saya tidak bisa berbuat apa2 kecuali memelas.“Tolong jangan perkosa anak saya, Pak! Gua ga bakal perkosa anak lo.”Saya merasa sedikit lega mendengar perkataan itu, hingga si Hitam melanjutkan perkataannya, “Iya, kita gak perkosa memeknya, tapi siapa yang tahan liat pantat semontok itu!” kata si Hitam, sambil menepuk pantat Dian. Itu sumber penghasilan saya satu2nya.”Beberapa saat setalah mengucapkan kata2 itu, saya hening. Nampaknya semuanay ini sudah mereka rencanakan.“Akhirnya kita dapet amoy sombong ini! Lagipula dia sudah tidak perawan.” kataku, berusaha untuk berbohong.Si hitam hanya tertawa mendengar kebohongan saya. “Jangan bergerak lo, masih bagus kita gak perkosa! Nampaknya ia sudah dibakar oleh hawa nafsu akan kecantikan Dian, anak saya yang tertua. Bulls**t! Mereka lalu menutup pintu rapat-rapat. Tapi karena kita disini cuma buat kasih pelajaran sama lo, maka gue akan ikutin kemauan lo!




















