Jangan dulu…aahhkk…”
“Shiitt !!” erangku memaki, lalu melepaskan tubuhku dari pelukannya. Bokep viral Tapi aku akan kembali.”
“Aku akan kembali,” bisiknya mengulang. Kubalikkan tubuhku dengan kesal, lalu melangkah kembali ke sofa. Indra Lesmana? Ia menjambak rambutku. “Aku…”
“Ssshhh,” jemari telunjuknya menempel di bibirku. “Apa yang akan terjadi selanjutnya?” tanyaku lirih. Yang ada hanyalah gambaran sebuah kebekuan. Tapi akhirnya, dengan memejamkan mata, kugerakkan pinggulku, maju dan mundur. Aku bertaruh kamu pasti bingung apa yang harus kaulakukan pada seorang wanita yang mendadak berada di rumahmu pada jam satu pagi.”
“Terserah apa katamu,” gumamku, lalu menghempaskan tubuhku di atas sofa. Ia memandangku dengan bibir setengah terbuka. Kulit yang putih dan halus itu membuat darahku berdesir. Saat itu jemarinya sudah masuk ke dalam celana dalamku, mengelus, lalu menggenggam batang kemaluanku. Dengan wajah memerah, kulepaskan pandanganku dari bibir kemaluannya yang merah dan basah. Pandanganku tak beralih sedikitpun dari wajahnya yang tersenyum. Aku terkejut saat melihat ada air mata di situ. Kurasakan jemarinya menyisiri rambutku. Tangan kanannya lalu turun dan meraih batang kemaluanku yang tegang. “U-uh. Saat kutarik kepalaku sedikit ke belakang, ia tertawa.




















