“astaga,.. “duduk sini,…deket gue” suara Putri terdengar saat kakiku mulai menginjak ruang tv. Bokep viral Walaupun orangnya perfectionis Putri tetap bisa membagi diri agar tetap bisa jadi orang yg asik, contohnya di kantor dia selalu berusaha terlihat berwibawa dan selalu rapih sedangkan di rumah dia sering hanya memakai celana jeans pendek dan baju tanpa lengan. Hari pernikahan kami berjalan lancar, yg kami berdua lakukan hanya tersenyum dan melambaikan tangan saja sepanjang hari, tdk seperti pasangan lainnya yg sangat antusias dengan perkawinannya kami berdua atau mungkin saya lebih tepatnya malah seolah-olah tdk perduli dengan apa yg terjadi dengan apa yg terjadi hari itu.Pada malam pertama kami dapat di katakan sangat aneh, karena tak ada hiasan pengantin dan suasana yang seharusnya romantis berubah menjadi sekaku es. Hangat, perih dan sempit, terasa seperti disedot vaccum
cleaner. “mau dong nyobain…?” candaku
“sok atuh,…silahken…” jawab Putri sambil menarik tanganku mendekati tubuhnya. Semuanya berjalan normal sampai suatu hari, kedua orang tuaku yg sudah berusia senja menyuruhku menikah dengan salah seorang anak dari kerbat mereka.Pernah terlintas di kepalaku untuk tdk menuruti kemauan kedua orang tuaku, tetapi apa lagi yg bisa kuperbuat untuk mereka selain menjalani pernikahan tanpa adanya hubungan




















