Dia mengajakku untuk menyertai dia ke sebuah stand party. Bokep viral Aku hanya meletakkan kepalaku di dadanya sambil memeluk erat tubuhnya.Tak lama kemudian terdengar dengkuran halus dari Bagas, dan aku pun ikut terlelap. Dengan tertawa aku berkata bahwa aku tidak marah, karena tidak ada alasan untuk itu.Tetapi aku tidak memberikan langsung nomor teleponku, aku hanya memberitahu bahwa aku bekerja di salah satu stand di salah satu hall. Sesekali ada orang lain yang menyapa Bagas, sedangkan karena aku orang baru maka aku tidak mengenal seorang pun.Diselingi musik kami pun sedikit menari di tempat yang cukup sempit, terkadang Bagas mencium pipi, atau tengkukku. Aku ingin supaya dia menikmati semua itu.Tetapi ternyata Bagas tidak bisa diam saja melihatku ingin ngesek. Berat rasa hati mendengar semuanya itu.Kalau waktu bisa berhenti berputar, membiarkan aku bersama Bagas tetap bersama. Dia masuk ke kantor dan memberikannya kepadaku sembari berkata bahwa aku harus makan.Saat itu hatiku terenyuh, apalagi setelah sekian lama tidak ada orang yang memperhatikanku, akhirnya aku menyuruh dia tinggal untuk makan bersamaku di kantorku.Sekitar 1 jam kami berbincang bincang, dia kembali bertanya tentang nomor teleponku yang akhirnya aku berikan kepadanya.




















