ahh.. Kugandeng tangannya keluar dari Gramedia. Bokep viral indo Aku baru saja (sekitar sebulan) berpisah dengan salah seorang gadis yang sangat kusayangi. ahggh.. Sampai di sini aku terdiam, memandangnya tanpa berkedip, lalu kami berdua tertawa terbahak-bahak, antara sedih, kerinduan, dan kasih sayang tulus seorang teman sejati.Masih kuingat, sebelum kuturunkan kembali ia di Gramedia (karena Dita akan menjemputnya seperempat jam lagi), Nia sempat mencium pipiku dan meremas kemaluanku dari balik celanaku, tersenyum memandangku dan berkata, “Ray, kita akan bersahabat selamanya..” aku hanya bisa tersenyum saat itu, semua gejolak nafsuku hilang berganti perasaan menyesal, sayang, dan haru yang berkecamuk di hatiku. sure..” aku tergagap-gagap. “Ray, aku tidak mau begini.”
“Nia, please..” kukecup bibirnya, sama sekali tidak merasakan penolakannya. “Untunglah..” kataku tanpa memperdulikan bibirnya yang terlipat. hh.. Ah, aku sendiri heran, mengapa perpisahan yang kali ini membuatku sedikit sakit hati. “Mau kemana Ray? ahh..” Sayang, jangan mendesahkan nama Tuhan sekarang, paling tidak jangan saat ini. “Ahh.. “Nia, jalan yuk.”
“Ha? “Ray, aku tidak mau begini.”
“Nia, please..” kukecup bibirnya, sama sekali tidak merasakan penolakannya.




















