Nikmat sekali rasanya. Bokep viral Teh yang kuminum rasanya agak lain, tapi aku tidak begitu curiga. Tiba-tiba anganku melayang pada apa yang kulihat beberapa hari yang lalu saat Mbak Ningsih dan Pakdhe Marto bergumul di kamarku.Cepat-cepat kubuang pikiran itu jauh-jauh dan segera menyelesaikan acara mandi pagiku. Selama tiga tahun aku menjadi budak napsu pistol gombyok Pakdhe hingga aku lulus SMU.Tiga tahun aku harus menjalani kehidupan sebagai sasaran tembak “pistol gombyok” Pakdhe. Dengan langkah mengendap-endap kudekati pintu kamarku dan mengintip melalui pintu yang setengah terbuka. Aku tahu aku harus membuka mulutku menyambut “pistol gombyok” Pakdhe yang dijejalkan ke dalam mulutku. Mbak Ningsih orangnya hitam manis. Menjual jasa. Pantatku terangkat dan dengan merintih panjang aku mencapai puncak pendakian yang sangat melelahkan.Tubuhku terhempas di tempat kosong dan pandangan mataku makin nanar. Aku ingat masih ingat betapa sebulan sekali aku selalu dibawa jalan-jalan ke tempat wisata yang ada di sekitar kotaku.



















