Mbak Viona membuka mata, kemudian bangun dari sandarannya dan mendekatkan kepalanya padaku.“Gimana, Mbaknya mau di-embat juga?” ledeknya sambil berbisik.“Kan lain jurusan,” aku membela diri. Aku dan Sarahpun berpisah di gerbang sekolah. Bokep viral Puas di situ, turun lagi, dan bijiku sekarang yang jadi sasaran. Tanganku pun mulai mengelu-elus tangannya. Kudekatkan, dan kukulum lembut bibirnya. Akhirnya aku mengerti, rupanya Mbak Viona tahu kalau aku diam-diam sering memperhatikan dia.“Yah .. Tanganku pun mulai mengelu-elus tangannya. Rapat itu dilakukan sebagai persiapan sekaligus pembentukan panitia kecil pemilihan OSIS yang baru. Sama sepertiku, hanya beda level. Langsung kuraih dan naikkan BH-nya, sehingga sepasang toket-nya yang besar itu terlepas.“Ih, pelan-pelan. Temen-temen banyak yang tahu kok, kalau kamu suka jalan bareng sama Nita, sering ke rumah Nita,” kata Sarah lagi.“Jalan bareng kan nggak lantas berarti pacaran tho,” bantahku.“Paling juga pakai alasan kuno ‘Cuma temenan’,” Sarah berkata sambil mencibir, sehingga wajahnya kelihatan lucu, yang membuatku ketawa. Hanya sekitar sepuluh menit kami menunggu, sebelum bus berangkat.Dalam perjalanan di bus, aku tak tahan melihat Mbak Viona yang merem sambil bersandar. Langsung kuraih dan naikkan BH-nya, sehingga sepasang toket-nya yang besar itu terlepas.“Ih, pelan-pelan.




















