tak terasa ternyata sudah sampai didepan rumahnya.“Kamu mampir dulu, Di ?, ntar mbak buatkan kopi penghangat tubuh, sambil nunggu hujan reda” kata Devi“Makasih mbak, baiklah!” kataku sambil berpikir betapa beruntungnya aku. Kutarik bajunya hingga kami benar-benar telanjang. Bokep indo viral Seperti biasanya hari itu adalah senin malam sekitar jam 19.00 wib saya masih nongkrong di pos ojek menunggu penumpang. lantas melihat ke arahku.“Ke jetis berapa?”“Tujuh ribu mbak!” tak kusangka mbak itu mau juga aku tawarin.“Mmm baiklah, ada jas hujannya tho?”“Iya mbak, tapi cuma satu, nanti dibelakang khan nggak kena hujan” kataku meyakinkannya,Padahal dia sudah basah kuyup oleh hujan. lantas melihat ke arahku.“Ke jetis berapa?”“Tujuh ribu mbak!” tak kusangka mbak itu mau juga aku tawarin.“Mmm baiklah, ada jas hujannya tho?”“Iya mbak, tapi cuma satu, nanti dibelakang khan nggak kena hujan” kataku meyakinkannya,Padahal dia sudah basah kuyup oleh hujan. Aku menuju ruang TV tempat Devi menikmati secangkir kopinya. Kemudian saat aku lewat didepannya aku menawarkan tumpangan.“Ojek mbak?” perempuan itu tampak ragu2. Saat aku starter motor aku lihat seorang perempuan muda umur 30-an tahun mungkin tengah menunggu taksi ataupun hujan reda.




















