Aku pun dengan malas bangkit dan mengumpulkan pakaiannya yang berserakan di lantai. Sungguh aku tak tahan lagi mengalamai siksaan birahi yang dilancarkan Pak Hr. Bokep viral indo aku tidak menolak lagi. Aku hanya tersenyum tersipu-sipu mendengar pujian itu.Dengan lembut Pak Hr mendorong tubuhku sampai terduduk di pinggir kasur. “Idih jahat banget!”. “Eh sudah pak!”
“Sebenarnya…, sebenarnya Winda tidak perlu mengikuti ulang susulan kalau…, kalau…!”
“Kalau apa pak?”, aku bertanya tak mengerti. “Aku tidak bisa janji!”, sahutku seenaknya sambil bangkit berdiri dan keluar dari kamar mencari kamar mandi. “Lepaskan…, Pak jangan hhmmpppff…!”, kata-kataku tidak terselesaikan karena terburu bibirku tersumbat mulut pak Hr.Aku meronta dan berhasil melepaskan diri. Aku memejamkan mata, oohh, indahnya, aku sungguh menikmatinya, sampai-sampai tubuhku dibuat menggelinjang-gelinjang kegelian. Berutung kali ini, aku bisa memaksanya menandatangani berkas ujian susulanku.“Masih ada mata kuliah Pengantar Berorganisasi dan Kepemimpinan”, katanya sambil membubuhkan nilai A di berkas ujianku. “Pak…, apa-apaan ini?”, tanyaku kaget sambil meronta mencoba melepaskan diri.




















