Kurasakan jarinya dicelup ke dalam lorong kecil kemaluanku dan mengorek-ngorek isi dalamnya.“Ouh.. Jangan.. Bokep viral sayang..” bisiknya lebih pelan lagi dengan nafas yang sudah mendesah-desah.“Eee..” pekikku begitu kurasakan di belahan pangkal pahaku ada benda yang cukup keras dan besar mendesak-desak setengah memaksa masuk belahan bibir memekku.“Tenang sayang.. jadi kamu sudah merencanakannya, sialan kamu Nto..” ucapku dengan terkejut, ternyata diam-diam supirku sudah lama merencanakannya.“Bagaimana Bu Meryy..?”“Bagaimana apanya? Entah siapa yang memulai duluan saat pikiranku sedang melayang kurasakan bibirku sudah beradu dengan bibirnya saling berpagut mesra, menjilat, mengecup, menghisap liur yang keluar dari dalam mulut masing-masing.“Ouh.. Mata supirku yang memandangiku seperti terlihat lain dari biasanya, ia mulai mengusap rambutku yang basah ke belakang dengan penuh sayang seperti sedang menyayang seorang anak kecil.Lalu diambilnya sabun cair yang ada di dalam botol dan menumpahkan pada tubuhku lalu ia mulai menggosok-gosok tubuhku dengan telapak tangannya. “Maksudnya, tadi waktu di Entotin enak kan?” tanyanya lagi sambil membelai rambutku.Wajahku langsung merah padam mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh supirku, tapi dalam hati kecilku tak dapat kupungkiri walaupun tadi ia sudah memperkosa dan menjatuhkan derajatku sebagai majikannya, tapi saya sendiri turut menikmatinya bahkan saya sendiri merasakan organsime




















