Dengan ragu-ragu dia patuhi perintahku sambil dengan gugup tangannya meremas-remas sapu tangannya. Jalanan telah menjadi lenggang. Bokep viral Diapun setuju untuk menemuiku di food court selepas pulang kerja nanti.Jam 8.00 malam, Dian menemuiku yang menunggunya di tempat yang telah disepakati itu. Jangan bohong lho janji Bapak..” ujar Dian saat kami telah meluncur kembali di dalam mobilku. He.. Kusibakkan rambutnya yang ikal sebahu dengan penuh kasih sayang, dan mulai kuciumi wajah calon resepsionisku ini. Kubuka pengait BHnya yang tampak kekecilan untuk ukuran buah dadanya, dan langsung kuhisap dan kujilati buah dada gadis salon ini.“Eh.. Kuparkir Mercy kesayanganku di sebuah mall yang terletak tak jauh dari kantorku. Jalanan telah menjadi lenggang. Sayang”Dianpun menurut. Besar sekali”
“Ya kamu coba aja sedikit demi sedikit. Toh aku sudah puas menikmati buah dadanya he.. Akupun tersenyum senang membayangkan buah dada Dian yang akan dapat aku nikmati sepuasnya nanti. Cepat saja kamu kirim lamarannya ya” jawabku.Dianpun tersenyum senang mendengarnya. Sepulang kantor, tubuhku menjadi tambah penat sehabis mengerjai Lia tadi. “Katanya mau jadi pegawai kantoran..” aku mengigatkan.




















