Sambil memejamkan mata aku mencoba mengingat-ingat kembali wanita yang ada dalam mimpiku itu.Di hadapanku kini ada seorang wanita yang sedang berdiri membelakangiku. Namanya adalah Nina.“Udah dari tadi di sini?” tanyanya penasaran.“Barusan kok. Bokep viral Bentar ya, ‘Bramantyo Berbudi Pekerti Luhur’ yang ganteng. Sakit Nit.” Keluhku dengan ekspresi meringis kesakitan sambil mengusap kepalaku karena Nita menjitak kepalaku.“Biarin…” ujarnya ketus. Seperti biasa aku menyalakan rokokku. Terus siapa coba yang mau baca cerita ini?! Aku mendorong penisku lebih dalam ke vaginanya dan mempercepat sodokan penisku.Kukocok penisku lebih cepat. Sekarang kalian tahu dengan sendirinya ‘kan, betapa sangat menyeramkannya seorang Anita Kusumaningsih. This is it, nasi goreng beras merah ala Anita Kusumaningsih.”●°●°●Back to Bram“Ini aku lagi dimana sih?” tanyaku dalam hati.Aku mencoba mengamati sekelingku. ●°●°●NitaTing… Tong… Ting… Tong…!! Aku memasang wajah memelas sehingga kegantenganku berlipat, “Bentar kok, cuma 5 menit doang.”“Kagak pakai acara ngopi-ngopian.”“Aduh… Duh… Duh… Sakit, Nit….”Jewerannya mendarat dan kupingku langsung diseret menuju kelas PA2. Entar muka gantengnya ilang loh.”“Nita…” belum juga kami melangkah tiba-tiba ada seseorang memanggil dari arah belakang. Yang minta maaf siapa? Suara pagar terbuka.“Eh cah ayu (anak cantik), monggo (silahkan) masuk mbak.” Mbok Darmi tergopoh membukakan pintu dan mempersilahkan aku




















