what ever will be, will be. Bokep viral Kubasahi penisku dengan ludahku sendiri. Bahasanya campur aduk Inggris-Indonesia, lu gue, dan segala kosa kata yang masih kumengerti.Percakapan itu semakin hangat. “Aaach.. I do like your proposal.. ..”, ujar Silvy, seraya pintu dibuka oleh Cinthya.Cinthya tersenyum ke arahku, sambil mengunci pintu dari dalam dan lalu menghampiri Silvy yang masih berdiri dekat meja. “Ahh, .. Imut sekali. Gilaa.. “Bisa bertemu dengan Ibu Silvy? “Revi kemana Mbak?” tanyaku menanyakan receptionist yang pernah kutemui saat aku presentasi. Fantasiku jadi kenyataan, akhirnya aku dapat menikmati tubuh Cinthya. sudahlah, setidaknya dengan melihat Cinthya pikiran ku agak sedikit rileks, berhubung minggu lalu aku dibantai habis-habisan oleh Ibu Silvy, mulai dari konsep event hingga budget yang kuajukan.Berbeda dengan brand manager produk lainnya, Ibu Silvy agak sedikit dingin namun kritis sekali dalam menilai sebuah proposal. This could be the end of the world.. Kumasukkan perlahan. Gila.. Gestur Ibu silvy semakin santai dengan bermacam posisi. what ever will be, will be. “Ri, thank you very much”, ujar Cinthya sambil kemudian melumat bibirku. Imageku tentang Bu Silvy langsung berubah 180 derajat.




















