“Lo bawa mobil?” Ia menatapku cemas. Benar-benar butuh refresment hari itu. Bokep viral Selama pacaran dengannya, ia sama sekali tidak tahu kalau aku suka minum.“Sejak kapan kamu minum Rick?”
Aku tidak menjawab. Ternyata tidak. Aku duduk. Panas, itu yang kurasakan. Entah aku yang terlalu cerdik atau dia yang terlalu tolol. Setengah jam kemudian aku telah lupa bahwa aku sudah tidak ingin lagi bertemu dengan Felly. Gosh, these girls are so easy. Panas, itu yang kurasakan. Di Carport. Setelah ia merapihkan celanaku, ia membereskan pakaiannya sendiri yang berantakan. Tapi sengaja aku membuat diriku seolah-olah seorang yang sedang dalam trauma psikis yang hebat. Aku tidak tahu namanya, menurutku itu daster.Tampak dewasa sekali ia. “OK, sambungkan..!” Entah mengapa lidahku sulit diajak kompromi kalau sudah soal Felly. Di Carport. “Aku sekarang ada di Lobby bawah, gimana kalau kita makan siang?”
“Sorry Fell, kemaren ada trouble di server di Singapore,” Aku menghela napas, “Ok 10 menit lagi aku ada di Lobby bawah.”Senang? Rumah Felly?Belum habis keherananku, tiba-tiba ada ketukan di kaca jendelaku.


















