Saat itu aku merasakan sebelah tangan Lidya menjalar ke bagian bawah perutku.“Okh..?!”.Aku tersentak kaget setengah mati, ketika tiba-tiba merasakan jari-jari tangan Limda menyusup masuk ke balik celana dalamku yg tipis, dan..“Lidya, apa yg kau lakukan..?” tanyaku tak mengerti, sembari mengangkat wajahku dari dadanya.Lidya tak menjawab. Bahkan Mbak Indira menjanjikan macam-macam agar aku tak terus menangis. Bokep viral “Bobby”, sahutku tetap dgn nada bangga.Tante Amanda meminjamnya sebentar untuk berjalan-jalan. Bahkan dia sering main ke rumahku, Bapak dan Ibu juga senang dan berharap Lidya bisa jadi kekasihku.Begitu juga dgn Mbak Lisa, sangat cocok sekali dgn Lidya Namun aku tetap tak tertarik padanya. Aku menatapnya dgn tajam. Namun aku tak suka kalo dikeloni Bapak. Padahal Bapak paling sayg padaku. Padahal Bapak paling sayg padaku. Kalo mengingat kejadian itu memang menggelikan sekali. Waktu itu aku melihat ada kekecewaan tersirat di dalam sorot matanya. Waktu itu aku benar-benar bodoh dan tak tahu apa-apa. Lidya mulai menciumi wajah dan leherku. Namun tak terlihat ada seorangpun tamu di rumah ini kecuali aku sendiri.




















