Itu…”, aku berbisik agak ragu, sambil menunjuk ke gudang di sebelah toilet ini.Jenny memandangku heran, lalu ia melangkah ke arah pintu gudang itu.“Jennn”, aku berbisik kaget sambil menarik Jenny, karena pintu itu memang agak terbuka, kuatirnya Jenny akan terlihat oleh orang yang ada di dalamnya. Ada yang perlu saya tanyakan berkaitan dengan bazar kemarin”, kata pak Edy. Bokep viral Eliza ini lebih enak dari Vera kan?”. Aku sempat merasakan terjangan penis yang terlalu lunak, rupanya pak Edy belum ereksi sempurna. Tapi aku mencoba berpura pura terpengaruh, dan aku sengaja menggigit bibirku.“Oh… enak ya Eliza”, ejek pak Edy dengan percaya diri. “Iya pak”, jawabku dengan malas, tapi aku berusaha tetap terdengar sopan.Sebal sekali aku melihat senyuman liciknya, dan aku segera menuju ke kantin, dan memang aku jadi kehilangan mood untuk bercanda dengan Jenny ataupun Sherly, tapi aku berusaha untuk tetap menanggapi obrolan maupun canda tawa mereka.Ketika bel tanda istirahat berakhir berbunyi, aku segera berpamitan,“Sherly, Jenny, aku tinggal dulu ya.


















