udah sekarang kamu jangan nangis lagi yah.. Bokep viral yuk!” kataku sambil kugandeng tangannya. makasih yah.”Dengan segera sore itu juga aku menjemputnya di stasiun, tak lupa kubawa fotonya agar aku lebih mudah mengenali dirinya. “Bunga.. Kini tangannya mulai usil memilin-milin kedua puting susuku sambil tersenyum manja, kulingkarkan tanganku ke pinggangnya sehingga tubuhnya semakin dekat denganku.Kuraih punggungnya sehingga ia kembali menindihku, kedua kaki kami saling membelit, tangannya masih meremas-remas kedua payudaraku, dia menatapku dalam-dalam, aku tahu apa maksudnya. Kedua jariku berusaha mencari titik G-spotnya, sampai akhirnya aku menemukannya, kemudian aku tekan kedua jariku.Beberapa saat kemudian Mbak Lina mulai menggeliat-geliat, kedua kakinya dilingkarkannya ke pinggangku, tubuhnya mulai mengejang, bahkan pantatnya sampai terangkat, mulutnya masih kubungkam dengan tanganku.Tubuh Mbak Lina mengejang dengan hebat sampai-sampai Mbak Lina memejamkan matanya. Kami berpandangan, Mbak Lina tersenyum manja, kemudian dia mengecup bibirku, aku pun tersenyum.Kupeluk tubuh indahnya kemudian kubaringkan dia, kemudian.. disuruh mandi kok malah bengong, ayo..!” dia membimbingku ke kamar mandi, kemudian segera menutup pintu kamar mandi begitu kami berdua berada di dalam.“Mmm.. maafkan aku ya Mbak!” aku mengiba kepadanya.Mbak Lina tidak memperdulikan ucapanku, dia membalikkan tubuhnya dan membenamkan wajahnya ke bantal sambil menangis tersedu-sedu.




















