#3 Ibu, Maafkan Aku: Anak Perempuan Yang Terpaksa Menjadi Mainan Nafsu Ayah Tirinya

“Kak Agun, Jangan…, ach…, ch…, ss…, jangan”. Bokep viral indo Coklat?”, kataku. Hanya dialah tempatku sering mengadu. “Auuchh…”, aku menjerit.“Achh!”, Terasa dunia ini berputar saking sakitnya. Aku protes, “Datang-datang…, bikin repot. Nyaris tubuhku kini tanpa busana. Tubuhnya yang dibalut kaos ketat nampak basah keringat.“Barusan olah raga…, muter-muter, terus mampir…, Mana Kak Luna?”, tanyanya. Aku sebenarnya diajak Mama tapi aku menolak karena PR bahasa Inggrisku menumpuk.Tiba-tiba aku mendengar bunyi derit rem. Rasanya saat itu aku sudah mulai lain. Nampaknya Kak Agun kaget juga, dia bahkan nyaris terjatuh di sofa. Sayangnga mereka semua orang-orang sibuk.Kakakku, Kak Luna, usianya terpaut jauh diatasku 5 tahun. Salah seorang teman kakakku, Kak Agun namanya, sering sekali main ke rumah. “Kak Agun, Jangan…, ach…, ch…, ss…, jangan”. Diusap-usap, digesek-gesek dan akhirnya aku ditelanjangi.Aku hanya bisa pasrah saja. Betapa kagetnya aku ketika aku melihat sprei terbercak darah. Napasku satu persatu mulai memburu seiring detak jantungku yang terpacu. Walaupun rasanya (katanya) nikmat saat itu aku merasa sakit sekali. Aku menggelinjang dan menahan napas, “Kak Agun…, ohh.., oh…”, aku benar-benar dibuatnya berputar-putar. “Kak Agun, Jangan…, ach…, ch…, ss…, jangan”.

#3 Ibu, Maafkan Aku: Anak Perempuan Yang Terpaksa Menjadi Mainan Nafsu Ayah Tirinya

Related videos